Najah Fillah

Media untuk menumpahkan emosi dengan cerdas

Integrasi Pendidikan Karakter dan Literas dalam Pembelajaran

Mei31

Untuk mendapatkan output generasi emas 2045 yang dibekali ketrampilan abad 21 perlu mengintegrasikan Pendidikan karakter dan Literasi dalam proses pembelajaran. Karena dalam proses pembelajaran ada banyak peluang untuk membiasakan hal-hal yang bernilai karakter dan literasi. oleh sebab itu pendidik dalam merancang rencana pembelajaran harus menggunakan model-model yang dapat menstimulus peserta didik untuk berliterasi dan mengaplikasikan 5 karakter. Sehingga terwujud  pembelajaran literat yang  bersinergi dengan budaya karakter.

Pendidikan Karakter dapat mendorong peserta didik untuk beradaptasi pada lingkungan yang dinamis. Kegiatan tersebut  dapat diaplikasikan dalam  pembiasaan, kegiatan ko-kulkuler dan ekstrakulikuler  serta kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan proses pembelajaran sendiri dapat diwujudkan pada kegiatan pendahuluan seperti berdoa sebelum belajar, menyanyikan lagu wajib yang merupakan karakter nasionalisme. Pun dalam kegiatan inti dapat disisipi beberapa karekter seperti mandiri contoh kgiatannya diskusi, presentasi dan lain sebagainya. Pengaplikasian dalam kegiatan penutup juga dapat dilakukan dengan karekter religius seperti berdoa setelah belajar .

 

Untuk dapat menerapkan ketrampilan dasar sehari-hari peserta didik perlu diimbangi dengan berliterasi. Karena dengan berliterasi peserta didik akan melek keberaksaraan, kepahaman, baca tulis dan melek multi literasi. Multi literasi sendiri merupakan ketrampilan menggunakan berbagai macam cara untuk menyatakan dan memahami ide-ide dan informasi dengan menggunakan bentuk-bentuk teks konvensional maupun bentuk teks inovatif, symbol dan multimedia. Cara mengintegrasikannya melalui pembelajaran yang literat sepert menggunakan pembuatan makna, penggunaan tanda, teks, dan memahami analisis teks.  Karena pembelajaran dengan pembuatan makna dapat menggugah pesrta didik dalam menggunakan pengalaman dan pengetahuan sebelumnya untuk membuat makna dan memaknai. Selain itu pembelajaran menggunakan teks memahami tujuan dan audien teks membantu menentukan bagaimana struktur teks dibuat tingkat formalitasnya. Adapun pembelajaran yang  menggunakan tanda mengenali dan struktur teks lisan, visual, tulis (alphabets, grafis, ejaan dll) untuk memecahkan kode. Apalagi pembelajaran dengan Analisis teks dapat membatu peserta didik memahami teks tidak netral teks mewakili pandangan tertentu dan dapat dipertimbangkan pesan alternatifnya serta dapat dikritisi.

Dengan pemberian porsi seimbang antara pendidikan karakter dan literasi dalam proses pembelajaran peserta didik dapat terbiasa melakukan pembiasaan-pembiasan baik sehingga mudah menerapkan pada kegiatan lain seperti kegiatan ko-kulkuler dan ekstrakulikuler . Dengan demikian  terciptalah generasi yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan.

Facebook Comments

by posted under Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada Integrasi Pendidikan Karakter dan Literas dalam Pembelajaran

Comments are closed.