Najah Fillah

Media untuk menumpahkan emosi dengan cerdas

Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Pada Peserta Didik

Mei31

Proses belajar merupakan suatu rangakaian kegiatan dalam belajar, esensinya adalah rangkaian aktvitas yang dilakukan siswa dalam upaya mengubah prilaku yang dilakukan secara sadar melalui interaksi dengan lingkungan. Proses belajar mengajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh desain pelajaran maupun strategi yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran. Salah satu faktor yang dominan untuk dipertimbangkan dalam melakukan proses belajar adalah pebelajaran siswa itu sendiri. Siswa merupakan individu yang utuh sekaligus sebagai makhluk sosial yang memiliki potensi yang berbeda-beda. Dengan potensi yang berbeda tersebut satuan pendidikan perlu melakukan berbagai kegiatan untuk menggali bakat peserta didik salah satunya dalam hal kewirausahaan.

Maksud dari entrepreneur sendiri dalam wikipedia adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengedaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan oprasinya. Berdasarkan pengertian di atas penting bagi sekolah mengajarkan kewirausahaan pada peserta didik untuk menghadapi tantangan diera Disrupsi.

Kegiatan kewirausahaan tersebut dapat dijalankan bertahap dimulai dari even tertentu. Misal perayaan Hari Kartini yang biasanya hanya berdandan ala Kartini menggunakan baju Adat Jawa ditambah dengan  diadakannya kegiatan bazar. Aktivitas bazar tersebut dilakukan oleh peserta didik dengan berkelompok sebagai distributor untuk menjual produk yang dibutuhkan siswa.Pada acara selanjutnya peserta didik diberi kesempatan membuat produk sendiri baik berupa makanan atau mainan kemudian dijual langsung ke warga sekolah. Setelah belajar berwirausaha pada kegiatan yang diadakan oleh sekolah selanjutnya satuan pendidikan membuat program bulanan dengan memberi jadwal pada kelompok usaha yang telah terbentuk untuk menjalankan usaha-usaha yang dapat dijangkau oleh siswa.  Praktik kegitan kewirausahaan ini akan memberi pengetahuan secara langsung kepada peserta didik dalam menganali makna, keuntungan sakaligus resiko dalam berusaha melalui pengalaman mereka.   Sehingga bagi peserta didik yang mempunyai jiwa kewirausahaan akan berpikir untuk mencari ide kira-kira usaha apalagi yang akan dilakukan dan menghasilkan keuntungan dengan sedikit resiko dari usaha tersebut.

Dengan demikian secara tidak langsung sekolah membekali peserta didik yang lemah dibidang akademik tetapi mempunyai kelebihan pada ranah ketrampilan. Hal ini sejalan dengan tujuan dari kurikulum 2013 karena tugas dari pemangku pendidikan bukan hanya mengembangkan ranah afektif  dan kognitif siswa saja akan tetapi perlu diimbangi dengan aspek psikomotorik dalam hal ini hubunganya dengan dunia usaha. Sehingga akan melahirkan generasi yang cerdas dalam menghadapi tantangan ekonomi dengan berbagaimacam persaingan.

Facebook Comments

by posted under Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Pada Peserta Didik

Comments are closed.