Najah Fillah

Media untuk menumpahkan emosi dengan cerdas

Penyusunan Butir Soal Terstandar

Mei31

A. Konsep Penyusunan Soal Tes Tertulis

Sebagai guru tentu dituntut dapat membuat soal baik untuk Penilaian Harian(PH) maupun Penilaian Tengah Semester (PTS). Sebentar lagi menuju tahun ajaran baru dimana pendidik akan mempersiapkan administrasi pembelajaran bagian kecil diantaranya yaitu persiapan penulisan soal untuk Penilaian Harian.Semoga dengan membaca tulisan ini dapat sedikit membantu mengingatkan dalam proses pembuatan soal. Seperti yang sudah diketahui bahwa soal tes tertulis ada tiga bentuk yaitu pilihan ganda, isian dan uraian. Masing –masing mempunyai kelemahan dan kelebihan sehingga perlu untuk digunakan semua dalam mengukur kemampuan akademik siswa. Yang akan di jelaskan pada kesempatan kali ini adalah soal Pilihan Ganda.

  1. Teknik Penulisan Soal Pilihan Ganda (PG)

Soal PG merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban (option) yang telah disediakan. Setiap soal PG terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban merupakan jawaban benar atau paling benar, sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, tetapi peserta didik yang tidak menguasai materi memungkinkan memilih pengecoh tersebut.

Menurut Dr. Agus Wasisto salah satu widiaiswara LPMP Yogyakarta dalam materinya keunggulan soal pilihan ganda yaitu :

  1. dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi;
  2. dapat mengukur berbagai tingkatan kognitif;
  3. mencakup ruang lingkup materi yang luas;
  4. tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri.

Adapaun kelemahannya menurut beliau adalah

  1. perlu waktu lama untuk menyusun soal;
  2. sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi;
  3. terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban.

 

B. Penyusunan Kisi-Kisi Indikator Soal

–  Menganalisis Lingkup Materi dan Level Kognitif

– Level Kognitif

Level kognitif merupakan tingkat kemampuan peserta didik secara individual maupun kelompok yang dapat dijabarkan dalam tiga level kognitif. Level 1 menunjukkan tingkat kemampuan yang rendah yang meliputi pengetahuan dan pemahaman (knowing), level 2 menunjukkan tingkat kemampuan yang lebih tinggi yang meliputi penerapan (applying), dan level 3 menunjukkan tingkat kemampuan tinggi yang meliputi penalaran (reasoning). Pada level 3 ini termasuk tingkat kognitif analisis, sintesis, dan evaluasi. Gambaran kemampuan peserta didik yang dituntut pada setiap level kognitif terdapat pada penjelasan berikut.

– Tahapan Penyusunan Indikator dan Jenis Soal Penyusunan Indikator Soal

Penyusunan Indikator

  • Menganalisis keterkaitan antara kata kerja operasional pada level kognitif dengan kompetensi yang diujikan pada lingkup materi, untuk melihat ketercakupannya.
  • Menentukan materi dengan memperhatikan kriteria:
  • Merumuskan indikator soal

Indikator dijadikan acuan dalam membuat soal. Kriteria perumusan indikator:

  1. Memuat ciri-ciri kompetensi yang akan diuji.
  2. Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur (satu kata kerja operasional untuk soal pilihan ganda, satu atau lebih kata kerja operasional untuk soal uraian dan instrumen penilaian keterampilan/praktik).
  3. Berkaitan dengan materi/konsep yang dipilih.
  4. Dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

 

C. Penyusunan Soal Tes Tertulis

1.Penyusunan Soal Pilihan Ganda

Kaidah Penulisan Soal Bentuk PG

Dalam menulis soal bentuk PG, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah sebagai berikut:

  • Materi
    1. Soal sesuai dengan indikator.
    2. Pilihan jawaban homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
    3. Setiap soal mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.
  • Konstruksi
  1. Pokok soal dirumuskan secara jelas dan tegas.
  2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
  3. Pokok soal tidak memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
  4. Pokok soal tidak mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
  5. Panjang rumusan pilihan jawaban relatif sama.
  6. Pilihan jawaban tidak mengandung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihan jawabandi atas benar”.
  7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut atau kronologisnya.
  8. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas, berfungsi, tidak memunculkan kebingungan, dan mempunyai tingkat keterbacaan tinggi.
  9. Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
  10. Distraktor mempunyai fungsi efektif untuk mengetahui ketidakpahaman peserta terhadap materi.
  11. Pokok soal tidak menggunakan kata atau ungkapan yang bersifat tidak tentu seperti: pada umumnya, sering, kadang-kadang, dan sebagainya.
  12. Ilustrasi menggunakan peristiwa, gejala, dan/atau fenomena yang mudah dipahami peserta didik dan ada pada lingkungan sekitar.
  • Bahasa
  1. Setiap soal menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
  2. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
  3. Setiap soal menggunakan bahasa yang komunikatif.
  4. Setiap pilihan jawaban tidak mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.

Facebook Comments

by posted under Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada Penyusunan Butir Soal Terstandar

Comments are closed.