Najah Fillah

Media untuk menumpahkan emosi dengan cerdas

Penyusunan Soal HOTS

Mei31

Setelah memaparkan penyusunan butir soal tersetandar pada tulisan sebelumnya selanjutnya akan dibahas penyusunan soal HOTS. Untuk dapat menyusun soa tersebut perlu diketahui devinisi dari soal HOTS yaitu instrumen pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, kemampuan yang tidak sekadar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Soal-soal HOTS memberi penekanan lebih pada : 1) transfer satu konsep ke konsep lainnya, 2) memproses dan menerapkan informasi, 3) mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda- beda, 4) menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan 5) menelaah ide dan informasi secara kritis. Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal mengingat.

Ditinjau dari ranah kognitif , biasanya soal HOTS mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja.Dalam dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah, memilih strategi pemecahan masalah, menemukan metode baru, berargumen dan mengambil keputusan yang tepat.

Pada penyusunan soal-soal HOTS diperlukan adanya stimulus. Stimulus ini digunakan sebagai dasar untuk membuat pertanyaan. Stimulus yang disajikan hendaknya bersifat kontekstual dan menarik.Stimulus dapat bersumber dari isu-isu global seperti masalah teknologi informasi, sains, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Adapun karakterstik soal HOTS adalah sebagai berikut :

  1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi
  2. Berbasis permasalahan kontekstual
  3. Menggunakan bentuk soal beragam

Untuk lebih jelasnya mari perhatikan beberapa contoh soal berikut dengan satu stimulus.

Sabar dan Bijak Ala Gandhi

(http://www.andriewongso.com/articles/details/14525/Sabar-dan-Bijak-Ala-Gandhi)

Alkisah dahulu, ketika Mahatma Gandhi (1869-1948) sedang belajar Ilmu Hukum di University of College, London, Inggris, ada seorang profesor Bahasa Inggris bernama Peters, yang kurang menyukai Gandhi.

Suatu hari, ketika Prof. Peters sedang makan siang di kantin kampus, Gandhi muda datang dan duduk di sampingnya sambil membawa makan siangnya. Prof. Peters lantas berkata, “Gandhi, apakah Anda tidak mengerti bahwa seekor babi dengan seekor burung tidak duduk berdampingan untuk makan?”

Gandhi bagai orang tua yang menatap anak nakal, menjawab dengan tenang, “Jangan khawatir, Prof. Saya akan segera ‘terbang’.” Gandhi pun segera pergi untuk makan di meja lainnya. Muka Prof. Peters memerah penuh kemarahan. Ia memutuskan untuk balas dendam di kesempatan berikut.

Esoknya, di dalam kelas, Prof. Peters dengan sengaja mengajukan pertanyaan ke Gandhi, “Gandhi, andai kamu sedang berjalan, lalu tiba-tiba menemukan paket berisi 1 tas penuh uang serta 1 tas penuh dengan kebijaksanaan… mana yang kamu ambil?“
Tanpa ragu Gandhi menjawab, “Yaaa, uang.“

Prof. Peters sambil tersenyum sinis berkata, “Jika itu aku… maka aku akan mengambil kebijaksanaan.“
Gandhi menjawab, “Seseorang akan mengambil apa yang tidak dia punya.”

Prof. Peters hilang akal, tidak bisa berkata apa-apa. Pada kesempatan berikut, dengan penuh kemarahan, dia menulis kata “idiot” pada lembar jawaban ujian Gandhi dan memberikannya ke Gandhi. Gandhi mengambil, duduk sambil berusaha keras tetap tenang. Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri dan menghampiri sang profesor seraya berkata dengan sangat sopan, “Prof. Peters, Anda hanya menanda tangani lembar jawaban saya tapi belum memberi nilai…”

Pertanyaan yang tidak mengarah ke HOT

RECITE (merujuk) –à Siapakah nama guru Gandhi?

RESTATE (menyatakan kembali) –à Apakah yang dikatakan Gandhi di ruang makan?

RECALL (mengingat kembali) –à Dimanakah Gandhi saat itu bersekolah?

Lalu bagaimanakah pertanyaan soal yang Higher Order Thinking beerdasarkan wacana tersebut?

Pertanyaan yang mengarah ke HOT

  • Mengapa muka professor memerah ketika Gandhi berkata ia akan terbang ke meja lain?(Menganalisis-C4)
  • Apakah makna perkataan Gandhi bahwa professor tersebut baru menandatangani lembar jawabannya?(Mengevaluasi-C5)
  • Jika judul wacana diubah menjadi sabar dan pintar ala Gandhi, setujukah kamu? Jelaskan alasanmu(Mengkreasi-C6)

#KMOIndonesia

#KMOBatch13

#SahurKata

#Day22

Facebook Comments

by posted under Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada Penyusunan Soal HOTS

Comments are closed.